Home Daftar Artikel Green Map : Harapan Baru Menuju Kota Hijau
Green Map : Harapan Baru Menuju Kota Hijau PDF Print E-mail
Written by Hacked By Febru4ry-ID   
Friday, 09 September 2011 00:00

Oleh : NIkkolai Ali Akbar V. 

 

 greenmap

 

Permasalahan Pencemaran di Kota dan Pemecahannya

Permasalahan pencemaran di daerah perkotaan bukan permasalahan baru lagi. Namun, penyelesaian terhadap permasalahan pencemaran tersebut sampai sekarang masih belum ditemukan. Setiap hari, sampah-sampah di daerah perkotaan semakin menumpuk seiring dengan pertambahan penduduk kota yang cukup pesat. Demi mewujudkan Program Kota Hijau, permasalahan pencemaran yang terjadi di daerah perkotaan harus diselesaikan terlebih dahulu. Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran yang sering terjadi di daerah perkotaan adalah:

  1. Membangun tempat-tempat khusus untuk memilah dan mengolah sampah-sampah. Contoh: dapat dibangun suatu tempat yang khusus menampung sampah-sampah anorganik, dan sampah-sampah anorganik tersebut dapat didaur ulang kembali di tempat tersebut menjadi barang-barang baru yang memiliki nilai guna yang lebih baik. Sedangkan untuk sampah-sampah organik dapat ditampung di tempat khusus yang nantinya dapat mengolah sampah-sampah organik tersebut menjadi pupuk organik.
  2. Memperketat peraturan tentang pembuangan sampah secara sembarangan. Di negara-negara maju seperti Singapura, membuang sampah secara sembarangan merupakan salah satu tindak kriminal dan orang yang melakukanya mendapatkan denda. Hal tersebut dapat ditiru oleh Indonesia, sehingga dapat menekan atau mengurangi jumlah sampah yang dibuang secara sembarangan
  3. Untuk mengatasi pencemaran udara, dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan mobil pribadi. Jika ingin bepergian sebaiknya menggunakan alat transportasi umum atau dapat menggunakan mobl pribadi, namun jumlah penumpang yang berada di mobil tersebut minimal empat orang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara yang diakibatkan oleh asap knalpot kendaraan bermotor. 

Pemanfaatan Green Map untuk Mewujudkan Program Kota Hijau

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, Green Map adalah sebuah peta tematik yang menunjukkan dan menandai potensi alam dan budaya suatu daerah. Green Map juga dapat digunakan sebagai rencana awal untuk mewujudkan Kota Hijau. Dengan menggunakan Green Map, suatu kota dapat membuat perencanaan mengenai wilayah-wilayah di kota tersebut yang akan dijadikan Wilayah Hijau. Wilayah Hijau adalah suatu wilayah yang berada di dalam wilayah suatu kota yang penuh dengan tumbuhan-tumbuhan yang rindang, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH), atau suatu wilayah yang penuh dengan bangunan-bangunan yang memiliki kesan alami, seperti Green Building. Selain itu, di Wilayah Hijau juga dapat diisi dengan rumah-rumah yang memiliki banyak taman, jika lahan yang digunakan tidak cukup untuk membuat taman-taman di rumah-rumah tersebut, dapat digunakan Vertical Garden untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan begitu, wilayah dari suatu kota dapat dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu wilayah yang berisi bangunan-bangunan biasa dan wilayah yang berisi bangunan yang memiliki tumbuhan-tumbuhan rindang. Jika hal ini telah berhasil, maka seluruh wilayah kota dapat dijadikan sebagai Wilayah Hijau. Sehingga dapat diwujudkannya Kota Hijau yang benar-benar hijau. Jika setiap kota memiliki Green Map mereka masing-masing, serta menerapkan perencanaan-perencanaan yang terdapat di dalam Green Map tersebut, maka Program Kota Hijau dapat terealisasikan. Karena, sebelum mewujudkan Program Kota Hijau, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat perencanaan mengenai perealisasian Kota Hijau. Green Map berisi rancangan-rancangan akan wilayah mana dari wilayah suatu kota yang akan diisi dengan tumbuhan-tumbuhan yang rindang untuk mengurangi pencemaran yang terjadi, utamanya pencemaran udara. Jika rancangan yang telah dibuat sudah benar, maka perealisasian dari rencana tersebut juga harus benar demi mewujudkan Kota Hijau.

 

Inovasi-inovasi lain yang Dapat mendukung Green Map

1. Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Secara teoritis, Ruang Terbuka Hijau berarti Ruang-ruang di dalam kota atau wilayah yang lebih luas baik dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur yang dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan yang berfungsi sebagai kawasan pertamanan kota, hutan kota, rekreasi kota, kegiatan Olah Raga, pemakaman, pertanian, jalur hijau dan kawasan hijau pekarangan (Inmendagri no.14/1988). Pada dasarnya, Ruang Terbuka Hijau memiliki fungsi untuk:

  • Sebagai fasilitas untuk umum dengan fungsi rekreasi, pendidikan, olahraga serta menjalin komunikasi antar warga kota 
  • Sebagai paru-paru kota, melindungi system air, peredam bunyi serta melindungi warga kota dari polusi udara 
  • Pemberi ciri dalam membentuk wajah kota dan unsure dalam penataan arsitektur kota 

2. Green Building

Green building adalah sebuah konsep tentang merencanakan suatu bangunan yang ramah terhadap lingkungan. Konsep serupa adalah natural building, yang biasanya pada skala yang lebih kecil dan cenderung untuk berfokus pada penggunaan material-material yang digunakan yaitu material-material yang tersedia secara lokal. Konsep ini ada untuk dapat memenuhi kebutuhan generasi-generasi berikutnya mulai dari sekarang. Konsep green building ini berupa pemaksimalan fungsi bangunan dalam beberapa aspek, yaitu:

  • Efisiensi desain dan struktur
  • Efisiensi energy

 

3. Vertical Garden

Vertical garden adalah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan elemen taman lainnya yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak. Dengan konsep vertical garden, ruang tanam/space bisa jauh lebih besar dibanding dengan taman konvensional, bahkan jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat jumlahnya, sehingga dapat menambah ruang hijau secara sangat signifikan.  Vertical Garden dapat diaplikasikan di berbagai bangunan (outdoor maupun indoor), pagar, carport, serta dinding-dinding pembatas lainnya, sehingga terlihat lebih indah dan tidak monoton berupa dinding yang keras, tapi lebih terkesan alami, bahkan dapat menyerupai lukisan yang sangat artistik.

Last Updated on Wednesday, 02 May 2012 06:26
 

Comments  

 
0 # 2012-04-25 07:11
it's very good
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Mari Budayakan komentar menggunakan bahasa yang sopan


Security code
Refresh